Home » , » Tata Panggung & Dekorasi Pentas

Tata Panggung & Dekorasi Pentas

Tata Panggung dan Dekorasi


1. Panggung, Tata pentas dan Dekorasi
Sebenarnya, orang yang amat berkepentingan dengan medan untuk bermain adalah sang sutradar dan aktor. Dan pada hakikatnya, pada saat sang sutradara menjalankan tugsanya, ia sedang melukiskan peristiwa-peristiwa sosial yang amat penting.
Panggung perlu pula diketahui calon aktor yang tidak boleh tidak pada saatnya nanti bakal berhubungan dengan sang sutradara. Bahkan mungkin suatu etika aktor itu sendiri harus menyutradarai pementasan sebuah senario.
Banyak seniman drama atau seniman film yang tidak puas hanya jadi pemain. Mereka mempunyai ambisi untuk mengekspresikan konsepnya tentang akting. Karena itu pemain-pemain ini juga tampil sebagai sutradara. Misalnya Orson elles, W.S. Rendra.

1.1 Arah dalam Panggung
Daerah penonton yang terlihat oleh penonton disebut ruang permainan, playing space, atau tempat para pemain berakting. Kecuali bagian depan, tempat bermain ini pada saat pementasan ditutup dengan dinding yang dapa dipindah-pindah, atau ditutup slide wing, sayang samping, terbuat dari papan atau kerangka logam berlapis kain. Di balik dindingwing disebut ibackstagei, balik panggung, belakang panggung. Di balik panggung inilah para pekerja pentas berada. Antara lain souffler, pembisik bagi aktor bila aktor lupa teks dialognya. Para pemain sering pula menunggu giliran tampil dengan dudukdi kursi yang tersedia di balik panggung atau di ruang rias, ruang make up.

1.2 Wilayah Panggung
Henning Nelms membagi panggung menjadi enam daerah. Garis batas pemisah ini tentu saja tidak akan kita temukan. Ia bersifat maya. Kita anggap sebagai ada, dan sangat berguna pada saat-saat latihan.
Tiap wilayah, daerah, atau petak dalam pentas mempunyai kualitas tertentu. Pengambilan posisi seorang pemain pada suatu petak, juga blocking. Pengelompokan atau grouping beberapa pemain pada kotak tertentu akan mengungkapkan kandungan perasaan yang berbeda, sesuai dengan watak pelaku.

1.3 Watak Petak
Calon aktor harus menghafal benar petak-petak ini hingga tidak perlu mengingat setiap akan melakukan perpindahan tempat.

2. Tata Pentas dan Dekorasi
2.1 Macam-macam Pentas
Ada beberapa jenis pentas dan teater modern, yaitu sebagai berikut:
1. Pentas konvensional
2. Pentas arena
3. Revolving
4. Elevator Lift
Dalam pentas diperlukan latar belakang suasana yang mendukung keadaan di pentas. Latar belakang itu harus bermakna. Latar belakang lazim disebut scenery, yaitu latar belakang dimana pentas diadakan untuk mempertunjukkan lakon. Scenery meliputi segala macam hiasan dan lukisan yang melingkupi daerah permainan. Menurut struktur settingnya, ada dua scenery, yaitu Drop dan wing setting, Box setting.
Dalam rop and wing setting dan box setting, terdapat beberapa catatan,
1. Jika kedua sisi pentas terbuka, sehingga pemain keluar masuk melalui wing, setting yang demikian disebut drop and wing setting, sedangkan jika sisi lain tertutup, sehingga pemain masuk keluar melalui opening khusus, disebut box setting.
2. Terminator, yaitu wing paling depan, yang bersifat statis, tak dapat diputar dan biasanya diberi gambar isi cerita. Teaser dan terminator merupakan bingkai kedua untuk memperkeciol panggang yang ada.
3. Drapery, berguna untuk menghias pentas.
Ada hubungan antara scenery dan dekorasi. Fungsi dekorasi adalah untuk memberikan latar belakang. Dekorasi dapat berwujud scenery, tetapi sering hanya melatar belakangi. Berdasarkan tempat mewujudkannya, ada dua macam dekor, yaitu:
1. Interior setting, jika lakon dipentaskan di dalam rumah
2. Exterior setting, jika lakon dipentaskan terjadi pada alam terbuka
Klasifikasi dekor didasarkan atas aliran-aliran kesenian yang dianut oleh penulis drama, atau sutradara, atau dekorator (bila dia diberi wewenang).
1. Naturalisme.
2. Realisme.
3. Impresionisme.
4. Ekspresionisme.
5. Simbiolisme.
Ada beberapa tugas scenery, yang erat hubungannya dengan dekor yang dipasang, yaitu:
1. Scenery harus mampu membantu aktor. John Dolman menyatakan bahwa bagi aktor scenery harus mampu menjadi hal-hal berikut ini.
a. Tempat berlindung
b. Dekorasi
c. Sugesti terhadap mood
d. Sugesti terhadap tempat kejadian
e. Pelukisan tempat kejadian
2. Scenery harus mampu menghindarkan kekacauan
3. Scenery harus mampu melengkapi elemen dekorasi
4. Scenery dan setting mamapu mengungkapkan atmosphere (suasana) dan mempengaruhi mood.
5. Scenery mampu memberi kesan terhadap wakktu dan tempat permainan.
Perlengkapan pentas dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:
1. Set props.
2. Hand props.
3. Trum props.
4. Effects.
2.2 Komposisi Pentas
Komposisi pentas harus memberikan pandangan yang indah, hangat, dan menarik. Adapun aspek motif meliputi hal-hal berikut.
1. Kewajaran. Komposisi pentas tampak wajar.
2. Menceritakan kisah. Komposisi pentas tidak boleh sembarangan. Tetapi harus membantu mengungkapkan cerita.
3. Menggambarkan emosi. Komposisi pentas yang acak-acakan akan membantu suasana emosi para pemainnya.
4. Mengidentifikasikan perwatakan. Watak secara sosiologis akan didukung oleh komposisi pentas yang tepat.

Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Terasiana - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger